Apa Itu Nano (XNO) dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Nano (XNO) adalah mata uang digital terdesentralisasi yang ringan, dirancang untuk pembayaran peer-to-peer yang instan dan tanpa biaya. Awalnya diluncurkan sebagai RaiBlocks pada tahun 2015 dan direbranding menjadi Nano pada tahun 2018, proyek ini murni berfokus pada efisiensi uang digital daripada platform smart contract. Proposisi nilai intinya sederhana: transaksi cepat, tanpa biaya, dan dampak lingkungan minimal.
Nano bekerja menggunakan arsitektur block-lattice yang unik, di mana setiap akun memiliki blockchain sendiri. Alih-alih menggabungkan transaksi ke dalam blok seperti
Bitcoin, Nano memungkinkan pengguna memperbarui rantai akun mereka sendiri secara independen. Ini memungkinkan finalitas yang hampir instan dan skalabilitas tinggi karena transaksi dapat diproses secara asinkron tanpa menunggu penambang atau konfirmasi blok.
Jaringan mengamankan transaksi melalui Open Representative Voting (ORV), mekanisme konsensus di mana pemegang akun mendelegasikan bobot voting kepada perwakilan yang memvalidasi transaksi. Tidak ada penambangan, tidak ada
reward staking, dan tidak ada inflasi; seluruh pasokan XNO didistribusikan saat peluncuran. Akibatnya, Nano memberikan pembayaran digital real-time yang hemat energi, cocok untuk mikrotransaksi, remitansi, dan kasus penggunaan sehari-hari pada tahun 2026.
Kapan Jaringan Nano Diluncurkan?
Nano awalnya diluncurkan pada Oktober 2015 dengan nama RaiBlocks (XRB) oleh insinyur perangkat lunak Colin LeMahieu. Proyek ini memperkenalkan arsitektur block-lattice inovatifnya untuk mengatasi masalah skalabilitas dan biaya yang terlihat pada cryptocurrency awal seperti Bitcoin. Pada Januari 2018, RaiBlocks secara resmi direbranding menjadi Nano (XNO) untuk mencerminkan fokusnya pada pembayaran digital yang cepat dan tanpa biaya. Sejak peluncuran, Nano beroperasi dengan total pasokan tetap sebesar 133.248.297 XNO, didistribusikan sepenuhnya melalui sistem faucet daripada penambangan atau fundraising ICO.
Roadmap Nano dan Milestone Utama
- 2015 – Peluncuran mainnet RaiBlocks dengan arsitektur block-lattice
- 2017 – Peningkatan listing exchange dan ekspansi komunitas
- 2018 – Rebranding dari RaiBlocks (XRB) menjadi Nano (XNO)
- 2020–2022 – Upgrade protokol besar yang meningkatkan resistensi spam dan performa jaringan
- 2023–2024 – Optimisasi node berkelanjutan dan peningkatan keamanan
- 2025–2026 – Fokus berkelanjutan pada adopsi tingkat komersial, peningkatan skalabilitas, dan alat ekosistem untuk integrasi pembayaran
Untuk Apa Token XNO Digunakan?
Nano (XNO) dirancang murni sebagai mata uang digital untuk pembayaran instan tanpa biaya. Tidak seperti banyak blockchain modern, Nano tidak mendukung smart contract, reward staking, atau inflasi; tujuan tunggalnya adalah memungkinkan transfer nilai peer-to-peer yang cepat di seluruh dunia. XNO dapat digunakan untuk pembayaran sehari-hari, remitansi lintas batas, mikrotransaksi, penyelesaian merchant, dan tipping tanpa khawatir tentang biaya jaringan.
Jaringan beroperasi melalui Open Representative Voting (ORV), di mana pemegang dapat mendelegasikan bobot voting untuk mengamankan jaringan tanpa mengunci atau men-stake token mereka.
Anda dapat memperdagangkan XNO dengan mudah di
pasar Spot BingX dengan memilih pasangan trading
XNO/USDT dan menempatkan
market order untuk eksekusi instan atau limit order untuk membeli atau menjual pada harga yang Anda inginkan. Cukup isi akun BingX Anda dengan
USDT, cari XNO di bagian Spot, dan gunakan alat trading lanjutan seperti chart dan order book untuk mengelola posisi Anda secara efisien.
Apa Itu Tokenomics Nano Crypto?
Nano (XNO) memiliki salah satu model tokenomics paling sederhana dan transparan di industri crypto. Tidak seperti blockchain inflasioner, Nano memiliki pasokan maksimum tetap sebesar 133.248.297 XNO, dan 100% pasokan sudah beredar pada tahun 2026. Tidak ada penambangan, tidak ada reward staking, dan tidak ada emisi token masa depan, yang berarti tidak ada dilusi berkelanjutan untuk pemegang.
Model distribusi Nano juga unik. Alih-alih mengadakan ICO atau private sale, XNO (saat itu RaiBlocks/XRB) didistribusikan melalui sistem faucet gratis antara 2015–2017, memungkinkan pengguna di seluruh dunia mendapatkan token dengan menyelesaikan tantangan CAPTCHA. Pendekatan ini bertujuan mendorong distribusi yang lebih adil dibandingkan dengan penjualan token tradisional.
Karena Nano tidak memiliki inflasi dan tidak ada block reward, proposisi nilai jangka panjangnya terikat langsung pada adopsi jaringan dan penggunaan pembayaran dunia nyata, daripada emisi token atau insentif yield.
Cara Menjalankan Node di Jaringan Nano
Nano memungkinkan siapa saja menjalankan node untuk membantu mengamankan dan mendesentralisasi jaringan. Nano menggunakan Open Representative Voting (ORV), dan node dapat beroperasi baik sebagai non-voting node (yang meneruskan dan memvalidasi transaksi) atau sebagai perwakilan yang berpartisipasi dalam konsensus jika mereka menerima bobot voting yang didelegasikan.
- Gunakan server dengan CPU multi-core modern, RAM 8–16GB, penyimpanan SSD, dan koneksi internet stabil.
- Instal perangkat lunak node Nano resmi dari repositori GitHub Nano.
- Konfigurasikan pengaturan node dan biarkan sinkronisasi dengan jaringan.
- (Opsional) Atur kunci perwakilan jika Anda ingin menjadi perwakilan voting.
Tidak ada
reward penambangan atau insentif staking untuk menjalankan node. Operator biasanya menjalankan node untuk mendukung desentralisasi, meningkatkan keandalan jaringan, dan berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang ekosistem Nano.